HOME | Tempat Jajanan Asyik | Resep Masakan Khas | Kalender Wisata | Jalan Jalan Yuk

Tuesday, January 31, 2012

Pelaku Diproses Secara Dihukum

PONTIANAK – Kondisi Miftahul Farid (24 tahun), korban pengeroyokan oknum Batalyon 456 Paskhas TNI AU, saat ini semakin membaik. Dia telah dipindahkan dari Rumah Sakit Yarsi ke RS Santo Antonius. Pria yang beralamat di Jalan Swadaya, Gang 18, Pontianak Timur ini terbaring tenang di sebuah kamar bagian Xaverius, lantai 4.

Meski sudah bisa bercerita banyak, bekas-bekas luka masih menghiasi kepala dan badannya. Farid mendapat tiga jahitan di kepalanya yang bocor dan dua jahitan di punggungnya yang terbeset benda tajam. “Sudah agak mending,” ujarnya singkat saat dikunjungi Pontianak Post, kemarin (30/1).Farid juga mengklarifikasi keterangan seorang perwira TNI AU beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa oknum Pratu Dk yang dikejar massa itu sesungguhnya bukan pelaku pemukulan, namun cuma melerai. “Itu bohong besar. Dia yang paling gila mukul saya. Saya dipukul dari belakang pakai benda keras, sampai bocor kepala. Sampai jatuh pun saya masih diinjak-injak,” ungkap dia.

Friday, January 27, 2012

Pesta Miras Berujung Maut

PONTIANAK - Minuman keras oplosan membuat satu orang warga di Pontianak Barat meninggal. Erwin (24), menghembuskan napas terakhirnya, setelah menenggak miras, Kamis (26/1) . Sementara rekannya Rofli Juliandi (24), warga Jalan H. Rais A. Rahman harus dirawat intensif di RSU St. Antonius.  Berdasarkan informasi yang dihimpun, Erwin dan teman-temannya sedang merayakan pesta miras jenis arak putih di kediaman Rofli, Selasa (24/1). Keesokan harinya, Erwin mengalami gejala sesak nafas dan pusing. Begitu juga terhadap kedua rekannya, Erwin dan Rofli. Melihat hal demikian, akhirnya sanak keluarga membawa mereka ke rumah sakit terdekat.